Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2018

Kritik itik

Kritik berisik berdesik kulitnya kasar terasa seperti sisik dan ia toksik Kritik ia cantik saat di ucapkan oleh seseorang yang menarik bukan oleh kalian yang seperti kirik Kritik bukanlah hal yang delik, ia asyik jika kalian tidak mengusik, sayang kalian semua picik merasa menjadi yang paling cerdik padahal sama saha dengan si upik Aku suka dikritik tapi bukan dihardik oleh kalian yang selalu merasa paling baik. Atau malah ternyata kalian sirik? Karena setelah kalian tilik ternyata aku orang yang apik? Sungguh licik. Lebih baik kalian piknik agar aku bisa akhiri dengan satu tanda titik.

Senja Sehabis Hujan Reda

Tak ada yang lebih spesial dari senja setelah hujan tiada. Berwarna keemasan pancarkan pesonanya walau sebentar. Tak ada yang lebih romantis dibanding senja sehabis hujan reda. Cinta dan nestapa tergradasi di dalam warnanya yang jingga. Tak ada yang lebih mengagumkan dari senja setelah hujan tiada. Ia rela menunggu lama untuk siang dan malam bisa saling bersua. Tak ada yang lebih indah dibanding senja sehabis hujan reda. Walaupun ia fana namun aku tetap suka. Aku ingin menjadi senja, sebagai perantara agar siang dan malam dapat bercinta, saling bersanggama melupakan hukum sang semesta bahwa mereka tak dapat hidup bersama.

Ruang Sempit

Ruang meraung dalam gelap yang tertuang dalam satu tulisan tak bertuan tergambarkan sebuah senyuman dalam satu kalimat yang enggan untuk di sebutkan Ruang masih meraung dalam gelap, membangunkan orang-orang di tengah malam saat sepercik cahaya tak sanggup untuk dipandang Ruang yang meraung itu sembunyikan rasa tentang asa sang pencipta yang enggan menjadi pencinta Ruang yang meraung itu sempit dan sulit tapi ia pandai membuat orang memgernyit