Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2018

Cahaya Tersamar

Langit semakin tua Udara semakin langka Sinar purnama semakin Sirna Lagi, kita masih duduk bersama, melihat bintang di utara  Kita masih duduk bersama Di satu sudut kota Percakapan tanpa Kata Hanya tatapan muka-ke-muka Saling menunggu untuk pulang Walau waktu sudah kelewat petang Benar ternyata. Purnama telah sirna Sinarnya tertutup cahaya kota  Utara, selatan sama saja, sinar dari lampu kedai menutupi segalanya Hanya satu pesan ku padanya. Saat kau butuh sinar, saat kota sudah tak berbinar. Lirik ke atas, ada cahaya kuning tersamar berisikan kerinduan

Teratai dan Bulan

Malam ini purnama sedang merayu Menyapa dengan sinarnya yang kuning dengan sedikit abu Awan pun ikut membantu, bergerak perlahan menjauhi sinar rembulan agar pesonanya dapat sampai membasahi tangisku Purnama tahu bahwa teratai di rawa ini sedang layu. kecantikannya meredup seperti purnama bulan lalu. Mereka berdua selalu seperti itu, bergantian merayu saat salah satu darinya sedang layu. Andaikan saja ia tahu bahwa mereka bukan sedang berseteru. Andaikan saja ia tahu bahwa mereka bukan tak mungkin bisa bersatu Andaikan saja ia tahu bahwa bersatu yang sejati adalah saat saling merayu kala salah satunya sedang layu