Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2019

Sisir Pantai

Selepas malam tanpa ada rembulan Ia pejamkan matanyanya di bawah konstelasi para bintang Pikirnya ia kembali tenggelam Dalam perasaan yang terus membuat harinya kelam  hingga saat siang ia selalu inginkan malam agar ia dapat kembali tidur terlentang di sisir pantai sambil melihat konstelasi para bintang yang berjejeran hingga rasi nya terlihat jelas melintang dari utara ke selatan Pikirnya kembali urak-urakan Terserak masa lalu yang ternyata belum bisa ia tinggalkan Bintang yang ia pandang Yang sedang berkonstelasi jauh diatas awan Membentuk rasi yang sama dengan bintang yang pernah ia nyanyikan Karena rasi bintang itu, matanya yang biasa berbinar kini semakin bersinar karena pantulan cahaya bintang yang terpantulkan dari kaca-kaca yang tebal dari matanya yang binar. Sesekali kaca-kaca dari matanya berjatuhan hingga saat kamu melihatnya, ada sungai kerinduan diantata rona-rona merah jambu di pipinya yang lebam

apaya ntar deh ach

malam ini telah februari rasi bintang yang biasa kita kenang kini telah berganti konstelasi bintang yang biasa kita nikmati di penghujung malam penutup bulan januari sama-sama sudah tidak kita pahami padahal, rasi bintang di penghujung januari masih sama sesosok wanita yang sedang menimba air dari guci tapi makna air yang ia tuang sama-sama telah berganti bintang yang kita lihat pun kini sama-sama berganti mengikuti berbedanya tempat kita berdomisili kini, hari hari yang aku lewati sudah berbeda dari hari-hari yang biasa kamu ketahui pagi berubah jadi malam, siang berubah jadi petang, dan malam berubah jadi hari yang tak mungkin pernah dirimu ketahui pagi ke pagi kini sudah tak butuh malam untuk ia lewati petang ke malam yang biasanya bisa kita tunggu  kini kita harus menunggu terlebih dahulu. kita harus tunggu tiga mentari menari bergantian di tengah bulan yang sedang bersemayang. sehingga rasa sayang yang dulu sering kamu nyanyikan ...