Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Judulnya Malem

Malam yang terkoyak sepi Rayuan mu selalu menghampiri Bisikan hidup di masa depan nanti Selalu menghampiri saat di penghujung mimpi Angin sepoy saat malam semakin menjelang pagi Merasuki bukan hanya untaian benang yang tergantubg di lemari Ia juga merasuki jiwa ini yang sepi hingga menggoyak sepi yang ada di hati Esok hari masih kah aku begini? Jadi apa aku nanti? Mengapa mereka lebih cepat untuk berseri? Mengapa ia lebih bahagia saat ini? Mengapa cinta selalu menjadi hal yang menyakiti hati? Mengapa mimpi malah semakin ingin menjauh pergi? Aku ingin tidur dengan sederhana. Lupakan segala misteri, coba menyambut esok pagi yang pasti lebih baik lagi. Tapi sampai saat ini aku masih ingin berlari dari kenyataan yang menggoyak hati.

Ingin

Semua ingin terlihat gembira, ia tutupi kesedihannya dengan raut wajah yang ceria. Semua ingin terlihat baik baik saja. Ia tutupi kegelisahannya denga candaan yang keluar dari celotehan dan tingkah lakunya. Semua ingin terlihat ia bijaksana, ia tutupi segala luka yang ada dalam dirinya dengan wejangan seperti orang yang sangat dewasa. Semua orang ingin terlihat kuat, ia tutupi seluruh masalahnya yang ada dengan tawa kecilnya yang mempesona. Semua orang ingin terlihat bahagia, ia selalu menutup wajah aslinya dengan satu topeng yang is rasa segalanya, namun saat ia membuka topeng yang selalu menempel pada wajahnya ia pun lupa seperti apa wajah aslinya.

Bercanda

Kadang hidup suka sebercanda itu. Ia mengoyak ngoyak sepi hingga gemuruh menjadi ramai, namun ia malah pergi saat gemuruh telah jadi ramai(?) Kadang hidup sebercanda itu. Ia menerangi ruangan hingga laron berdatangan, namun ia malah memberi kegelapan mengusir laron untuk pergi keluar(?) Kadang hidup sebercanda itu. Ia panggil orang-orang dengan lantunannya yang berkumandang, namun saat semuanya datang ia malah mengusirnya untuk semua kembali pulang(?) Kadang hidup sebercanda itu. Ia bisa berikan artinya kebahagiaan namun ia malah berikan artinya penyeselan. Saat ku bertanya mengapa hidup bisa sebercanda itu, ia hanya menjawab. Kau harus sendiri agar tau artinya ramai, kau harus keluar agar tak pernah jago kandang, kau harus pergi agar tau apa itu pulang, dan kau harus menyesal karena itulah artinya kebahagian.

Ngawur

Gelap, haduuuh aku sedang benci gelap Benci akan warna yang gelap yang membuat suasana ruangan terlihat seperti gelap(?) ya semuanya gelap karena tak ada cahaya yang memantulkan sinarnya yang berkelap kelip dan mengkilat. Tapi tentang kilat, aku juga benci kilat. Ia datang sebentar sekejap seperti kilat(?) ya memang namanya juga kilat terlihat sebentar lalu lenyap dengan cepat. Lalu jika tentang cepat, aku juga benci cepat. Aku benci segalanya yang cepat, kereta cepat(?) tukang bakso depan rumah(?) derasnya hujan dibulan juni(?) terbit dan terbenamnya mentari di batas horizontal(?) Lahirnya perasaan ini kepada mu(?) dan juga menghilangnya dirimu dalam hidupku(!) Hmm tentang hidupku aku suka akan hidupku. Ia tak pernah menyesali segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupannya di hidup sekarang ini.

Lembayung

Lembayung senja saat hujan mulai tiada Ia bisikan cinta tentang apa arti semesta Kamu mau jadi apa? Kamu akan jadi apa? Kamu tetap ingin merana? Atau kamu ingin pergi dari dunia? Lembayung senja saat hujan mulai tiada Kembalikan aku tentang menjadi seorang manusia. Seorang? Atau manusia? Bisikan itu tetap membuat ku diam tak berdaya. Lembayung senja saat hujan mulai tiada Warnanya yang jingga dengan sedikit goresan keemasan di permukaannya. Artikan megahnya walau ia sementara. Lembayung senja saat hujan mulai tiada. Bisikan satu kata yaitu cinta. Mungkin dirinya terus merasa tak berguna tapi semesta merasakan akan hadirnya.

Kebiasaan

Berlindung dalam satu penantian Bersembunyi dibalik sebuah dinding keputus asa-an Berlindung di satu harapan Bersembunyi dibalik satu kenyataan Berlari dari satu kepastian Mengelak dari satu jawaban Berlari mengejar satu harapan Mengelak dari satu kepahitan??

Sajak Titipan? (2)

Semua yang telah berlalu biarkan lah berlalu, biarlah masa itu menjadi sebuah masa lalu yang tak perlu kembali memasuki hidupmu Semua yang pergi biarkan lah pergi tanpa harus kita harapkan kembali. Mereka pergi bukan karena ingin tinggalkan kita sendiri, mereka pergi karena mereka ingin kembali untuk menelusuri jalan hidupnya yang mereka juga telah lama cari. Semua yang hilang biarkan lah lenyap ditelan permukaan tanpa harus kita gali kembali atau kita cari lagi. Mereka yang hilang mungkin sempat kita buang atau malah mereka yang hilang karena mereka terlalu sayang jika terus harus membuat dirimu menjadi malang. Semua yang kembali biarkan lah kembali, mungkin mereka sedang kembali pulang untuk temani hari-hari mu agar kembali menjadi terang. Semua yang berlalu tak usah kita ganggu Semua yang pergi lepaskan lah sepenuh hati Semua yang hilang tak usah kembali kita cari Dan semua yang kembali saatnya kita persiapkan diri jika nanti ia kembali pergi. Hidup itu s...

Sajak Titipan?

Untukmu yang pernah membuat ku terluka, sudah terlalu lama aku larut dalam duka hingga lupa bagamaina caranya untuk bahagia. Tapi mungkin inilah saatnya ku buka lembaran baru, mulai menulis hidup ku yang baru juga menutup buku lama yang berisi luka darimu. Untukmu yang pernah membuat ku terluka, jika dirimu selalu melihat bahwa aku baik-baik saja atas perlakuan mu yang dulu. Kamu salah! aku baik-baik saja karena tak mau membuatmu merasa bahwa perlakuan dirimu yang dulu membekaskan luka yang amat dalam di relung hatiku. Dengan seperti itu kamu bisa melupakan aku, dan kembali bahagia dengan dia seperti dulu Untukmu yang pernah membuat ku terluka, walau hadirmu hanya sekejap dalam kehidupanku, tapi kamu berikan aku rasanya bahagia yang tak akan pernah bisa aku lupa, juga luka yang mungkin akan selalu membakas dalam jiwa. Untukmu yang pernah membuatku terluka. Aku telah memaafkanmu atas segala perlakuanmu padaku, aku telah menerimamu untuk menjadi bagian dari masa lalu ...

Hujan (Lagi?)

Hujan sehabis surya tenggelam Menghapuskan kerinduan yang telah lama ku pendam Hujan sehabis surya tenggelam Ia jatuhkan rintikannya dengan perlahan, bukan gerimis namun perlahan. Ia ganti derasnya sungai di pipi dengan rintikannya  Hujan sehabis surya tenggelam Pertanda sudah saatnya hati ini kembali mekar

Puisi Kamu atau Aku?

Senyum mu terlukis diantara huruf-huruf dalam sajak ini. Tawa mu terdengar di setiap kata yang bersuara saat kubaca sajak ini. Tangan mu menyentuhku di setiap kalimat yang ku sentuh. Wangi mu tercium oleh hidung ku di setiap  angin berhembus melewati sajak ini. Susunan huruf-huruf kecil yang terangkai hingga menjadi kata-kata yang sederhana lalu menyatu menjadi kalimat-kalimat yang indah terselipkan dirimu yang bersemayang dalam sajak ini. Ku tuliskan puisi ini untuk dirimu, Tapi nyatanya puisi ini bukan untuk mu, namun untuk ku.

Cinta yang Sederhana?

Mencintaimu dengan sederhana seperti pak sapardi di puisinya yang mempesona Aku juga ingin mencintaimu dengan sederhana. Cukup mencinta tanpa sedikit pun meminta Cukup memberi tanpa ada sedikit pun rasa ingin kembali Cukup memuja tanpa harus membuat kamu terkesima Aku ingin perasaan ini sederhana. Cukup aku yang berikan cinta hingga dirimu merasakan bahagia walau hati ini terus terluka merasakan duka dan lara. Namun aku tetaplah manusia biasa dan maaf aku tidak bisa mencintai mu dengan sederhana atau malah memang aku tidak pernah mengenal apa itu cinta.

Ujung Jalan

Di akhir penghujung jalan yang ia tempuh saat pohon pohon mulai menghilang, saat hewan hewan hutan mulai bersembunyi ketakutan, saat matahari mulai tenggelam dan saat bulan yang berpijar bersembunyi dibalik tebalnya awan. Di saat itulah kegelapan mulai benar benar memperlihatkan keagungannya yang besar. Tidak ada satupun mata yang dapat memandang. Tidak ada satupun hati yang tak merasa ketakutan. Namun ia tetap berjalan Di penghujung jalan itu ia mengerti, jalan yang ia lalui bukan lah jalan yang sembarangan, ia mengerti tempatnya yang sejati tempat yang hanya dapat ia lalui adalah kegelapan abadi walau terasa sepi tapi nanti hatinya akan berseri menyatu dengan kegelapan yang biasa ia takuti dan itulah saat yang tepat bagi ia mati

HAHAHA

Hahaha Dengarkan keluh kesah ku saat kau nyaman Ku berdiam menunggu kau berikan pesan yang buat hati ku jadi damai Meskipun ku tahu kau sedang bersemayang diatas ranjang yang buat hatiku kelam Ku benci diriku yang tak punya pendirian Berlagak santai menghadapi perasaan yang tak tertuang Namun akhirnya ku kembali yang galau melihat diriku yang lemah tak bertuan Apa kabar kasih asmara yang bercerita tentang indahnya cinta yang hapuskan derita Apa kabarnya pepatah saat dulu kala bercerita mentari berikan sinarnya tanpa pamri meminta?

Lilin Kecil

Ku nyalakan lagi lilin ini. Lilin yang biasa temani aku saat gelapnya malam menyelami akal ku. Ku nyalakan lagi lilin ini dengan maksud cahayanya yang kecil dapat menberi petunjuk tentang benda-benda di sekeliling ku. Ku nyalakan lagi lilin ini dengan maksud berikan aku kehangatan kala udara dingin sudah membuat badan ku ini menggigil. Ku nyalakan lagi lilin ini karena yang aku tahu secercah saja harapan dapat berikan cahaya yang benderang bagi kehidupan sekitar. Ku nyalakan lagi lilin ini. Tapi sayang sumbunya yang dulu panjang kini hanya tersisa satu helai yang sudah tak bisa menyala dalam kegelapan.

ini iseng

tentang jogja yang hilang tentang malam-malamnya yang terus dilanda hujan tentang sebuah kota yang tak kenal artinya  kerinduan jogja yang kukenal bukan kota yang selalu dilanda hujan bukan juga kota yang tiba-tiba berisikan kerinduan jogja yang ku kenal, ia ajarkan aku akan artinya kasih sayang dan arti dari kehidupan bukan tentang kerinduan tentang hidup yang tak mungkin aku rasakan hampir dua puluh empat jam jogja berubah menjadi kota kembang kota dimana saat aku tenggelam dalam perasaan yang penuh akan kasih sayang?

Di Bawah Bintang

Selepas malam tanpa ada rembulan Ia pejamkan matanyanya di bawah konstelasi para bintang Pikirnya ia kembali tenggelam Dalam perasaan yang terus membuat harinya kelam  hingga saat siang ia selalu inginkan malam agar ia dapat kembali tidur terlentang di sisir pantai sambil melihat konstelasi para bintang yang berjejeran hingga rasi nya terlihat jelas melintang dari utara ke selatan Pikirnya kembali urak-urakan Terserak masa lalu yang ternyata belum bisa ia tinggalkan Bintang yang ia pandang Yang sedang berkonstelasi jauh diatas awan Membentuk rasi yang sama dengan bintang yang pernah ia nyanyikan Karena rasi bintang itu, matanya yang biasa berbinar kini semakin bersinar karena pantulan cahaya bintang yang terpantulkan dari kaca-kaca yang tebal dari matanya yang binar. Sesekali kaca-kaca dari matanya berjatuhan hingga saat kamu melihatnya, ada sungai kerinduan diantata rona-rona merah jambu di pipinya yang lebam.

Malam Februari di Tahun 2019

Malam ini telah februari rasi bintang yang biasa kita kenang kini telah berganti Konstelasi bintang yang biasa kita nikmati di penghujung malam penutup bulan januari sama-sama sudah tidak kita pahami padahal, rasi bintang di penghujung januari masih sama sesosok wanita yang sedang menimba air dari guci tapi makna air yang ia tuang sama-sama telah berganti Bintang yang kita lihat pun kini sama-sama berganti mengikuti berbedanya tempat kita berdomisili Kini, hari hari yang aku lewati sudah berbeda dari hari-hari yang biasa kamu ketahui pagi berubah jadi malam, siang berubah jadi petang, dan malam berubah jadi hari yang tak mungkin pernah dirimu ketahui pagi ke pagi kini sudah tak butuh malam untuk ia lewati petang ke malam yang biasanya bisa kita tunggu  kini kita harus menunggu terlebih dahulu. kita harus tunggu tiga mentari menari bergantian di tengah bulan yang sedang bersemayang. Sehingga perasaan itu yang dulu sering kamu nyanyikan ...

Isyarat

Tentang kata yang terucap tentang bisikan cinta yang biasa membuatmu terlelap kini tak akan terulang sebuah kata yang membuatmu berderap setelah kau memilih untuk bangun dari tidurmu yang lelap Tentang sebuah isyarat Bahasa tubuhmu yang selalu menyimpan beribu pesan yang tersirat di sini aku masih memupuk semangat membuat kata demi kata yang mungkin membuat mu menjadi ingat tentang masa saat aku dan kamu menjadi kata majemuk bertingkat Saat kau menjadi induk kalimat dan aku anak kalimat saat Kata Aku Ada membuat derasnya hujan di pipi mu menjadi reda. agar saat ku bisikan cinta hidup mu dapat bersatu dengan semesta Saling berkonstelasi membentuk satu rasi bintang yang tak mungking satu orang pernah lupa Namun.. semua yang kau katakan tentang cinta yang sempurna hanya ilusi yang kau buat agar hariku menjadi selalu bahagia Berharga, kata pujian darimu membuat aku dapat mengerti tentang cinta yang sejatinya kita pasti terpisahkan seperti kata di ...