Hujan sehabis surya tenggelam Menghapuskan kerinduan yang telah lama ku pendam Hujan sehabis surya tenggelam Ia jatuhkan rintikannya dengan perlahan, bukan gerimis namun perlahan. Ia ganti derasnya sungai di pipi dengan rintikannya Hujan sehabis surya tenggelam Pertanda sudah saatnya hati ini kembali mekar
Lembayung senja saat hujan mulai tiada Ia bisikan cinta tentang apa arti semesta Kamu mau jadi apa? Kamu akan jadi apa? Kamu tetap ingin merana? Atau kamu ingin pergi dari dunia? Lembayung senja saat hujan mulai tiada Kembalikan aku tentang menjadi seorang manusia. Seorang? Atau manusia? Bisikan itu tetap membuat ku diam tak berdaya. Lembayung senja saat hujan mulai tiada Warnanya yang jingga dengan sedikit goresan keemasan di permukaannya. Artikan megahnya walau ia sementara. Lembayung senja saat hujan mulai tiada. Bisikan satu kata yaitu cinta. Mungkin dirinya terus merasa tak berguna tapi semesta merasakan akan hadirnya.
Mencintaimu dengan sederhana seperti pak sapardi di puisinya yang mempesona Aku juga ingin mencintaimu dengan sederhana. Cukup mencinta tanpa sedikit pun meminta Cukup memberi tanpa ada sedikit pun rasa ingin kembali Cukup memuja tanpa harus membuat kamu terkesima Aku ingin perasaan ini sederhana. Cukup aku yang berikan cinta hingga dirimu merasakan bahagia walau hati ini terus terluka merasakan duka dan lara. Namun aku tetaplah manusia biasa dan maaf aku tidak bisa mencintai mu dengan sederhana atau malah memang aku tidak pernah mengenal apa itu cinta.
Komentar
Posting Komentar