Makan itu Semestra

Aksara terpampang nyata
Kata-kata dari dirinya
Salahkan aku juga semesta
Tak mungkin aku lupa

Untukmu nona manis
Jangan lah kau sinis
Cukup hati ini kau iris-iris
Mengkikis
Tipis
Dengan sadis
Sebentar aku ingin dulu pipis
Hingga hidup ku semakin miris

Nona manis, semesta akan selalu ada saat kamu dan aku menjadi kita
Semesta tak mungkin mendua, memilih dia yang sudah punya
Tapi semesta kini tertawa ternyata kamu bukan lah dia
Semesta juga tertawa karena kamu sama saja

Jika kau ingin tau
Aku dan semesta tertawa bersama
Melihat mu seperti wanita lainnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (Lagi?)

Lembayung

Cinta yang Sederhana?