Cahaya Tersamar

Langit semakin tua
Udara semakin langka
Sinar purnama semakin Sirna
Lagi, kita masih duduk bersama, melihat bintang di utara 

Kita masih duduk bersama
Di satu sudut kota Percakapan tanpa Kata
Hanya tatapan muka-ke-muka
Saling menunggu untuk pulang
Walau waktu sudah kelewat petang

Benar ternyata. Purnama telah sirna
Sinarnya tertutup cahaya kota 
Utara, selatan sama saja, sinar dari lampu kedai menutupi segalanya
Hanya satu pesan ku padanya.
Saat kau butuh sinar, saat kota sudah tak berbinar.
Lirik ke atas, ada cahaya kuning tersamar berisikan kerinduan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (Lagi?)

Lembayung

Cinta yang Sederhana?