Sisir Pantai

Selepas malam tanpa ada rembulan
Ia pejamkan matanyanya di bawah konstelasi para bintang

Pikirnya ia kembali tenggelam
Dalam perasaan yang terus membuat harinya kelam 
hingga saat siang ia selalu inginkan malam agar ia dapat kembali tidur terlentang di sisir pantai sambil melihat konstelasi para bintang yang berjejeran hingga rasi nya terlihat jelas melintang dari utara ke selatan

Pikirnya kembali urak-urakan
Terserak masa lalu yang ternyata belum bisa ia tinggalkan
Bintang yang ia pandang
Yang sedang berkonstelasi jauh diatas awan
Membentuk rasi yang sama dengan bintang yang pernah ia nyanyikan

Karena rasi bintang itu, matanya yang biasa berbinar kini semakin bersinar karena pantulan cahaya bintang yang terpantulkan dari kaca-kaca yang tebal dari matanya yang binar.

Sesekali kaca-kaca dari matanya berjatuhan hingga saat kamu melihatnya, ada sungai kerinduan diantata rona-rona merah jambu di pipinya yang lebam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (Lagi?)

Lembayung

Cinta yang Sederhana?