Bercanda

Kadang hidup suka sebercanda itu. Ia mengoyak ngoyak sepi hingga gemuruh menjadi ramai, namun ia malah pergi saat gemuruh telah jadi ramai(?)

Kadang hidup sebercanda itu. Ia menerangi ruangan hingga laron berdatangan, namun ia malah memberi kegelapan mengusir laron untuk pergi keluar(?)

Kadang hidup sebercanda itu. Ia panggil orang-orang dengan lantunannya yang berkumandang, namun saat semuanya datang ia malah mengusirnya untuk semua kembali pulang(?)

Kadang hidup sebercanda itu. Ia bisa berikan artinya kebahagiaan namun ia malah berikan artinya penyeselan.


Saat ku bertanya mengapa hidup bisa sebercanda itu, ia hanya menjawab. Kau harus sendiri agar tau artinya ramai, kau harus keluar agar tak pernah jago kandang, kau harus pergi agar tau apa itu pulang, dan kau harus menyesal karena itulah artinya kebahagian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (Lagi?)

Lembayung

Cinta yang Sederhana?