Puisi Kamu atau Aku?

Senyum mu terlukis diantara huruf-huruf dalam sajak ini.
Tawa mu terdengar di setiap kata yang bersuara saat kubaca sajak ini.
Tangan mu menyentuhku di setiap kalimat yang ku sentuh.
Wangi mu tercium oleh hidung ku di setiap  angin berhembus melewati sajak ini.

Susunan huruf-huruf kecil yang terangkai hingga menjadi kata-kata yang sederhana lalu menyatu menjadi kalimat-kalimat yang indah terselipkan dirimu yang bersemayang dalam sajak ini.

Ku tuliskan puisi ini untuk dirimu,

Tapi nyatanya puisi ini bukan untuk mu, namun untuk ku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hujan (Lagi?)

Lembayung

Cinta yang Sederhana?